1.260 Calon Jamaah Haji Asal Tangsel Batal ke Tanah Suci

Sebanyak 1.260 calon jamaah haji Kota Tangerang Selatan (Tangsel), dipastikan batal berangkat ke Tanah Suci Makkah pada musim haji tahun 1441 Hijiriah/2020 Masehi.

Pembatalan keberangkatan calon jamaah haji ini, diatur dalam Keputusan Kemenag No 494 tahun 2020 tentang Pembatalan Keberangkatan Jamaah Haji Pada Penyelenggaran Ibadah Haji 1441 H/2020 Masehi.

Dijelaskan, bahwa hingga 1 Juni 2020, pihak Pemerintah Arab Saudi masih belum membuka akses layanan penyelenggaraan ibadah haji pada tahun 1441 H/2020 M ini.

Kepala Kemenag Kota Tangsel Abdul Rojak mengatakan, berdasarkan keputusan Menteri Agama Nomor 494 Tahun 2020 tentang Pembatalan Ibadah Haji, seluruh calon jamaah haji di Kota Tangsel batal berangkat.

“Totalnya ada 1.285 jamaah haji di Tangsel. Paling banyak dari Kecamatan Pondok Aren dan Pamulang. Dibagi 4 kloter,” kata Rojak kepada wartawan.

Dijelaskan dia, estimasi kloter haji Tangsel ada 4 kloter. Tetapi untuk jadwal pemberangkatannya, hingga kini belum ada. Begitupun dengan jadwal penerbangannya, hingga saat ini masih belum diketahui.

“Sesuai penjelasan dari Pak Menteri Agama dan yang tertuang di Peraturan Menteri Agama, maka uang para jamaah haji tetap ada di BPKH. Itu masih utuh, ada,” jelasnya.

Dilanjutkan Rojak, dari total kuota yang akan diberangkatkan tahun ini sebanyak 1.285 jamaah. Setelah ada pembatalan, jumlahnya tinggal 1.260 jamaah. Kerangkatannya tahun ini akan dialihkan tahun depan, pada 2021.

Nantinya, para jamaah tahun 2020 ini akan diberangkatkan berbarengan dengan calon jamaah haji tahun 2021. Sehingga, dipastikan akan terjadi lonjakan calin jamaah haji.

“Sudah pasti akan menumpuk. Tetapi, masih menunggu kebijakan dari Pemerintah Arab Saudi seperti apa, ada penambahan kuota atau tidak. Yang penting, jamaah haji tahun 2020 diberangkatkan tahun 2021,” paparnya.

Rojak pun merinci, total jamaah haji yang tertunda keberangkatannya tahun ini terdiri dari 558 laki-laki dan 702 perempuan. Informasi mengenai pembatalan jadwal keberangkatan ini, disambut tangis jamaah.

Nurhasanah, salah seorang calon jamaah haji dari Kecamatan Pondok Aren mengaku sangat sedih saat mengetahui pembatalan jadwal keberangkataan penyelenggaraan haji.

Dirinya pun mengaku tidak kuasa menahan air matanya seraya berdoa, semoga cobaan ini bisa dilalui. Nurhasanah sendiri, akan berangkat haji bersama dengan suaminya M Dina Anwar pada musim haji tahun 2020 ini.

“Ya Allah, kami tak kuasa menahan kesedihan atas tertundanya pemberangkatan haji kita tahun 2020 ini. Allah pasti punya rencana yang indah di balik ini semua,” pungkasnya.