4 Adab Menyambut Idul Adha, Miliki Pahala Luar Biasa Besar!

1. Puasa Arafah

Puasa Arafah adalah puasa yang dilakukan pada tanggal 9 Zulhijjah (8 Juli 2022). Pada saat itu kaum muslimin yang sedang menunaikan ibadah haji tengah wukuf di Padang Arafah. Sedangkan bagi kaum muslimin yang sedang wukuf di Arafah dilarang berpuasa. Adapun keutamaan puasa ‘Arafah adalah sebagaimana sabda Rasulullah Shallallahu alaihi wassallam:

“Dari Abi Qatadah al-Anshari, bahwasanya Rasulullah Shallallahu alaihi wassallam ditanya tentang puasa Arafah, lalu ia berrsabda: ‘Puasa Arafah itu dapat menghapuskan dosa (selama dua tahun), yakni satu tahun yang lalu dan satu tahun yang akan datang. Adapun puasa ‘Asyura (10 Muharram) dapat menghapuskan dosa selama setahun yang telah lalu’.” (HR Muslim)

2. Memperbanyak takbir

Disunahkan membaca takbir, tahmid, dan tahlil yang dimulai setelah selesai Sholat Subuh pada pagi hari Arafah (9 Dzulhijjah) sampai akhir hari Tasyrik (11, 12, 13 Dzulhijjah). Ucapan tersebut adalah:

اَللهُ أًكْبَرُ اَللهُ أَكْبَرُ، لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَاللهُ أَكْبَرُ، اَللهُ أَكْبَرُ وَلِلَّهِ اْلحَمْدُ

atau

اَللهُ أَكْبَرُ اَللهُ أَكْبَرُ كَبِيْرًا

3. Memperindah diri dengan pakaian terbaik dan wangi-wangian

Sebagaimana pada Sholat Idul Fitri, orang menghadiri Sholat Idul Adha juga dituntunkan agar berpenampilan rapi dengan berhias, memakai pakaian bagus, dan wangi-wangian.

“Dari Ja’far ibnu Muhammad, dari ayahnya, dari kakeknya (dilaporkan) bahwa Nabi Shallallahu alaihi wassallam selalu memakai wool (burdah) bercorak (buatan Yaman) pada setiap Id.” (HR Asy-Syafi’i dalam kitabnya Al Musnad, I:152, hadis nomor 441)

4. Tidak makan sejak fajar sampai selesai Sholat Idul Adha

Berbeda dengan Idul Fitri, untuk Idul Adha dituntunkan agar orang tidak makam terlebih dahulu sejak fajar sampai dengan selesai Sholat Idul Adha. Hal ini sesuai sunah yang dilakukan Nabi Shallallahu alaihi wassallam.

“Diriwayatkan dari ‘Adullah ibnu Buraidah dari ayahnya (yaitu Buraidah Ibnu al Husaib) ia berkata: Rasulullah Shallallahu alaihi wassallam pada hari Idul Fitri tidak keluar sebelum makan, dan pada hari Idul Adha tidak makan sampai sholat lebih dahulu.” (HR At-Tirmidzi)

Allahu a’lam bisshawab.