6 Amalan untuk Hilangkan Stres di Tengah Pandemi COVID-19

PEMERINTAH meminta masyarakat untuk mengisolasi diri dan bekerja di rumah (self quarantine and work from home). Hal ini untuk memutus mata rantai penularan virus corona (COVID-19) yang saat ini masih menjangkit di Indonesia.

Terlalu lama berdiam diri di dalam rumah mungkin saja akan membuat jenuh dan stres, lalu bagaimana mengatasinya secara syariat Islam? Apakah ada amalan tertentu agar tidak mudah stres?

Wakil Ketua Majelis Dakwah dan Pendidikan Islam (Madani), Ustadz Ainul Yaqin menyebut, ada beberapa amalan yang dapat dilakukan agar tidak mudah stres saat sedang menjalankan isolasi diri atau bekerja di rumah dengan jangka waktu yang lama.

“Ada amalan-amalan supaya kita tidak mudah stress,” ujarnya.

Amalan-amalan yang dimaksud adalah sebagai berikut:

1. Selalu berdzikir, dengan begitu umat Islam akan selalu mengingat Allah Subhanahu Wa Ta’ala dan akan terhindar dari pikiran-pikiran buruk.

2. Membaca Alquran. Sebagaimana diketahui membaca ayat suci Alquran atau mengaji merupakan salah satu obat hati.

3. Memperbanyak sholat sunah. Selain mengaji memperbanyak sholat juga bagian dari obat hati dan memungkinkan kita akan jauh dari stres.

4. Lakukan hal-hal positif, misalnya mendengarkan kajian daring atau pengajian melalui media sosial seperti YouTube, Facebook hingga Instagram dimana di dalamnya sudah banyak akun para ustadz atau pemuka agama lainnya yang akan memberikan pengetahuan agama.

5. Memperbanyak berdoa. Ikhtiar tanpa doa mungkin akan sia-sia, “oleh karena itu memperbanyak berdoa adalah jadi hal penting. Khususnya agar wabah virus corona ini segera berakhir,” tuturnya.

Berikut adalah doa agar menghilangkan kegundahan, dan sebagai upaya agar dijauhkan dari stres:

اللَّهُمَّ يَا فَارِجَ الْهَمِّ ، كَاشِفَ الْغَمِّ ، مُجِيبَ دَعْوَةَ الْمُضْطَرِّينَ ، رَحْمَنَ الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ ، وَرَحِيمَهُمَا ، أَنْتَ تَرْحَمُنِي ، فَارْحَمْنِي رَحْمَةً تُغْنِينِي بِهَا عَنْ رَحْمَةِ مَنْ سِوَاكَ

Allahumma Ya Farijal Ham Kasyifal Gham Mujiba Da’watal Mudhthorriin Rahmanad Dunya wal Akhirah Warahimahuma Anta Tarhamuni Farhamni Rahmatan Tughnini Biha Rahmati Man Siwak

Artinya: “Ya Allah, yang menghilangkan kerisauan, Maha Mengikis gundah gulana, Maha mengabulkan doa orang yang menderita. Engkau Maha Pengasih kepada seisi dunia dan akhirat dan menyayangi keduanya. Engkau mengasihiku, berilah aku rahmat yang membuatku tidak memerlukan lagi pertolongan selain dari-Mu.”

6. Puasa. Ibadah satu ini akan menekan segala hawa nafsu manusia, bukan hanya menahan lapar dan haus tapi juga mencegah agar pikiran serta hati tidak terpengaruh hal-hal buruk.