AKSI SOMATS DUKUNG PENGESAHAN RAPBD TANGSEL

Ratusan masyarakat Tangsel yang tergabung dalam Solidaritas Masyarakat Peduli Kota Tangerang Selatan (SOMATS) gelar aksi Demo di halaman Gedung Dewan Pimpinan Rakyat ( DPRD ) Tangsel jalan raya Puspitek Setu, Senin (02/12/19).

Para pendemo membawa berbagai atribut bertuliskan tuntutan yang bertuliskan dalam bentuk pantun.

“Makan Rengginang di campur keju, Masyarakat senang dewan setuju” para pserta aksi juga menyatakan sikapnya yaitu mendukung persetujuan bersama RAPBD 2020, jaga marwah Lembaga DPRD Kota Tangerang Selatan dan APBD tahun 2020 ditunggu dibutuhkan masyarakat Tangsel.

Tommy Irawan selaku juru bicara Solidaritas Masyarakat Peduli Kota Tangerang Selatan (SOMATS) mengatakan APBD sebagai Elemen utama keberlangsungan pembangunan daerah dan tetap terpenuhinya pelayanan masyarakat yang profesional, maka sebagai obyek utama pembangunan, masyarakat harus turut serta memastikan APBD di bahas tidak berlarut – larut.

“Menyikapi persetujuan bersama RAPBD menjadi APBD maka Solidaritas Masyarakat Peduli Kota Tangsel (SOMATS) mendukung penuh DPRD kota Tangsel untuk segera menetapkan RAPBD kota Tangsel menjadi APBD. Dukungan ini sebagai bentuk partisipasi masyarakat untuk menjaga  proses pembangunan dan pelayanan publik terus terpenuhi dikota Tangerang Selatan,” terangnya.

Selanjutnya sebagai pemegang mandat kami meminta kepada seluruh fraksi untuk menyetujui dan tidak menggeser dinamika yang ada di internal DPRD Kota Tangsel menjadi konsumsi publik yang pada akhirnya merusak kondusifitas Tangerang Selatan sebagai rumah kita bersama.

SOMATS mendukung APBD yang berpihak pada Rakyat dan segala prilaku Kritis anggota DPRD Tangsel selama itu tidak merugikan kepentingan masyarakat banyak.

“Ada apa dinamika apa di dalam gedung Dewan kira-kira? ada tidak penjelasan mengenai walkout yang telah bapak bapak, ibu-ibu dewan lakukan, APBD adalah kepentingan kami masyarakat Tangsel. Semua tergantung dari APBD dari pendidikan, kesehatan ini bukan persoalan pribadi tapi ini untuk masyarakat tangsel. Kami hanya ingin semua itu bisa terpenuhi oleh postur anggaran untuk kepentingan rakyat maka jangan tolak APBD,” paparnya.

Para pengunjuk rasa diterima oleh Kerua DPRD Tangsel Abdul Rosyid dari Partai Golongan Karya (Golkar), Wakil Ketua I Iwan Rahayu dari Partai Demokrasi Indinesia Perjuangan (PDI P), Wakil Ketua DPRD ll Li Claudia Candra dari Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) dan Wakil Ketua lll diduduki oleh Mustopa dari Partai Keadilan Sejahterah (PKS).

“Paling lama tujuh (7) hari setelah RAPBD di bahas di provinsi saya sebagai wakil rakyat akan bekerja maksimal . Kami selaku dewan sangat terbuka setelah ini saya berharap tetap menjaga ketertiban kota tangsel sebagai rumah kita kami dewan tidak akan anti kritik untuk kemajuan masyarakat tangerang selatan,” pungkas Ketua DPRD Tangsel Abdul Rosyid di tengah aksi.