Di Tangsel, Ribuan Warga Rela Antri Untuk Pengobatan Gratis

Sekira lebih dari 2.500 warga membludak mengantre pelayanan pengobatan gratis yang digelar di suatu lapangan, Jalan Roda Hias, RT06 RW02, Serpong, Tangerang Selatan (Tangsel).

Sebagian warga yang ingin berobat nampak terlihat sepuh dan berusia lanjut. Antrean mereka mengular panjang, hingga tak tertampung di tenda pasien yang disediakan. Karena berdesakan, beberapa lansia harus dipapah memasuki area pelayanan medis.

Membludaknya antrean itu bukan tanpa sebab, lantaran mereka mengaku sangat kesulitan mendapatkan akses pelayanan kesehatan di sekitar tempat tinggalnya. Prosedur yang berbelit-belit, hingga waktu pelayanan yang tak setiap hari operasional membuat warga malas mendatangi Puskesmas.

Pengobatan gratis

Salah satu lansia yang mengantredi pengobatan gratis itu, Sutinah (85), menuturkan, kaki kirinya terasa lunglai dan nyeri sejak lama. Padahal, pernah pula dia berobat ke Puskesmas tempat tinggalnya di Kampung Cilenggang, RT02 RW01, Serpong.

“Dulu pernah ke Puskesmas, tapi enggak ada perubahan. Mau ke Puskesmas lagi repot, harus ambil nomor antrean dari pagi, bawa fotokopi KTP segala macam. Akhirnya ada yang ke rumah, kasih tahu pengobatan gratis ini,” ujarnya kepada Okezone, Minggu (3/11/2019).

Nenek Sutinah, merasa sangat tertolong dengan adanya pengobatan gratis. Meski datang tergopoh-gopoh, namun karena akses pelayanan kesehatan yang didapat lebih mudah dan praktis, membuat Sutinah rela mengantri mendapatkannya.

“Lebih cepat di sini, emak mau ke poli umum, nanyain kakinya biar enggak sakit ini bagaimana,” ucapnya.

Selain Sutinah, lansia lain yang mengikuti pengobatan gratis itu, Junaeni (50), menyebutkan, meski tak memiliki KTP Kota Tangsel, namun dia leluasa mendapat berbagai pemeriksaan kesehatan seperti cek gula darah, asam urat, hingga gejala umum lainnya.

“Tadi dicek semua satu-satu, di kasih obat. Kita warga kecil senang kalau ada pelayanan pengobatan seperti ini. Jadi praktis, cepat, padahal saya KTP masih belum berubah, masih KTP lama Jakarta,” tutur nenek Junaeni, warga yang tinggal di Ranca Indah Kampung Serpong, RT05 RW02, Serpong.

Dari penelusuran wartawan dilokasi pengobatan gratis tersebut, hampir kebanyakan mereka yang antre menerima pengobatan gratis ini merupakan warga tak mampu. Umumnya mereka belum memiliki kartu BPJS Kesehatan, atau sekali pun ada banyak yang status iurannya menunggak lama.

Pelayanan kesehatan yang tersedia di lokasi cukup lengkap, karena menyediakan berbagai tim medis untuk sejumlah poli. Gambaran ini mengindikasikan, bahwa sebenarnya masih sangat banyak masyarakat tak mampu yang kesulitan mendapat akses pelayanan kesehatan di instansi pemerintah.

Pengobatan medis gratis yang berlangsung hari ini dikemas pula dengan bakti sosial lainnya, misalnya pijat gratis, cukur rambut, hingga pengobatan menggunakan energi bathin. Inisiasi kegiatannya berasal dari seorang perwira TNI AU aktif bernama Kolonel Beben Nurpadilah.

“Targetnya hari ini 2.500, tapi sepertinya lebih. Kita tidak membatasi, jadi kalau yang datang bertambah, ya tetap kita tampung. Ini bakti sosial juga kepada masyarakat,” ungkap Beben di lokasi.(red)