Ketentuan Baru PSBB di Tangsel, Seluruh Rumah Ibadah Dibuka Kembali

Seluruh rumah ibadah yang berada di Kota Tangerang Selatan (Tangsel) bisa menjalankan kembali kegiatan ibadah utama seperti sedia kala. Hal itu tertuang dalam Peraturan Wali Kota (Perwal) Nomor 24 Tahun 2020.

Perwal terbaru itu merupakan revisi kedua terhadap Perwal Nomor 13 Tahun 2020 tentang perpanjangan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Di dalamnya terdapat beberapa perubahan, yakni soal kegiatan di seluruh rumah ibadah.

Berikut adalah Pasal yang mengalami perubahan ;

Pasal 11

(1) Selama pemberlakuan PSBB, masyarakat dapat melakukan kegiatan keagamaan di rumah ibadah.

(2) Kegiatan keagamaan dirumah ibadah dapat dilakukan apabila telah memenuhi ketentuan protokol pencegahan penyebaran Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) dan ketentuan peraturan perundang-undangan.

Perwal ini sendiri mulai berlaku sejak tanggal 11 Juni 2020. Dengan begitu, ketentuan persyaratan soal Ro atau reproduksi secara umum dan Rt yang berarti reproduksi harian, tidak lagi berlaku dalam pertimbangan pengajuan pembukaan rumah ibadah.

“Sudah bisa melaksanakan ibadah dengan syarat memenuhi protokol kesehatan,” kata Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Tangsel, Abdul Rojak, kepada wartawan, Sabtu (13/6/2020).

Dijelaskan Rojak, atas berlakunya penetapan Perwal Nomor 24 Tahun 2020 itu maka secara otomatis Surat Edaran (SE) Menteri Agama Nomor 15 Tahun 2020 poin E tidak lagi berlaku. Poin tersebut memuat kriteria tentang batasan Ro dan Rt bagi rumah ibadah.

“Di Perwal yang baru, point E dari SE Menteri Agama tentang Ro dan Rt tidak berlaku karena keduanya itu sangat dinamis, jadi sangat sulit bagi dinas kesehatan dan Puskesmas untuk mengeluarkan surat-nya,” imbuhnya.

Namun begitu, dia memastikan bahwa rumah ibadah yang hendak membuka kembali ibadahnya tetap harus mendapatkan surat persetujuan dari gugus tugas kecamatan setempat. Proses itu, berlaku sebagaimana ketentuan sebelumnya.

“Proses permohonan tetep ke gugus tugas Covid-19 kecamatan,” jelasnya.

Dilanjutkan Rojak, ibadah yang diperbolehkan hanyalah sebatas ibadah utama. Misalnya untuk masjid, hanya shalat berjamaah yang diizinkan. Sedangkan kegiatan ibadah lainnya belum bisa dilakukan saat ini.

“Hanya sholat aja yang boleh, kegiatan keagamaan yang lainnya belum boleh bertahap,” tandasnya.