Ketua KKI Putu : Kami Siap Bersinergi Dan Berkolaborasi Dengan Pemerintah Dalam Hal Kesehatan Masyarakat Indonesia

Kesehatan sebagai Hak Asasi Manusia harus diwujudkan dalam bentuk pemberian berbagai upaya kesehatan kepada masyarakat melalui penyelenggaraan pembangunan kesehatan yang berkualitas dan terjangkau oleh masyarakat. Maka dari itu, Konsil Kedokteran Indonesia (KKI) menggelar kegiatan Rakornas dengan mengusung tema “Optimalisasi Peran KKI Dalam Era Disrupsi Global” yang bertempat di ICE BSD, Serpong, Tangerang Selatan, Selasa (30/03/2021).

Dalam acara tersebut dihadiri oleh, Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi, Direktur Jenderal Imigrasi, Ketua dan Anggota Konsil Kedokteran Indonesia, Ketua dan anggota majelis kehormatan disiplin kedokteran Indonesia, Prof. Dr Datu Muhammad Ibrahim Abu Hasan Malaysia dan Accouncil, Prof Dr Akmal Taher, Menteri Dalam Negeri, Menteri Pariwisata Parekraf, Dirjen Informatika, Dirjen Kemendikbud, Dirjen Kemendagri, Dirjen Kemenkumham, Dirjen Kesehatan dan para undangan yang hadir dalam acara tersebut maupun secara virtual.

Pelaksanaan acara Rakornas KKI tersebut diselenggarakan selama 3 hari, dengan tujuan yaitu terciptanya sinergi dan komunikasi yang dapat saling berkolaborasi antara KKI dengan pemerintah pusat, guna terwujudnya praktek kedokteran yang profesional, berdaya saing global dan seiring dengan semangat perlindungan masyarakat dalam memberikan pelayanan kesehatan.

Ketua Konsil Kedokteran Gigi Prof. Drg Melanie Hendriaty Sadono mengatakan, dalam penyelenggaraan kali ini KKI mempunyai tujuan dalam meningkatkan mutu pelayanan medis dan kedokteran yang bermutu serta aman, tentu ini menjadi harapan bagi masyarakat Indonesia terutama bagi pasien yang membutuhkan penanganan medis dengan pertolongan yang lebih cepat dan sigap.

“Sesuai undang-undang praktik kedokteran disebutkan, bahwa pemerintah pusat, KKI, pemerintah daerah dan organisasi profesi wajib membina serta mengawasi praktik kedokteran yang dilakukan oleh dokter dan dokter gigi asal WNI maupun asal WNA, sesuai dengan fungsi dan tugas masing-masing”, Ungkap Melanie.

Ketua Konsil Kedokteran Indonesia Dr. Putu Muda Arsana dalam sambutannya mengatakan, saat ini kita memasuki era global jadi seluruh negara atau bangsa mengalami saling ketergantungan satu sama lain dalam semua kehidupan, khususnya dalam bidang kesehatan. Hal ini menjadikan KKI memikiki peran strategis sebagai regulator praktik kedokteran berstandar global untuk terwujudnya profesionalisme dokter dan dokter gigi di Indonesia yang melindungi masyarakat.

“Berbicara tentang peningkatan kualitas pelayanan kesehatan kepada masyarakat luas, pasti semua itu tidak akan lepas dari praktek kedokteran. Undang-undang praktek kedokteran no 29 tahun 2004 sudah sangat jelas diterangkan, bahwa Konsil Kedokteran Indonesia diberikan tugas dan wewenang untuk menjadi garda terdepan dalam praktek kedokteran yang bertujuan agar masyarakat mendapatkan layanan praktek kedokteran yang berkualitas dan bermutu ”, ungkap Putu.

Putu mengatakan, Sebagai tindak lanjut untuk kedepannya, KKI melakukan bentuk kerjasama dengan para stakeholder yaitu dilakukannya penandatanganan MOU antara KKI dengan pihak Pemprov daerah DKI Jakarta, tentang pemanfaatan data surat izin praktik dokter dan dokter gigi yang sudah terdapat legalitas serta data surat tanda registrasi dokter dan dokter gigi, dalam rangka percepatan pelayanan kesehatan untuk publik dan membantu pemerintah pusat dalam hal upaya penanganan wabah pandemi Covid-19. (Yan)