Mahasiswa Indonesia Ceritakan Bagaimana Virus Korona Menyebar Cepat di China

Seorang dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Brawijaya (UB) yang menempuh pendidikan S3 di China mengisahkan bagaimana kondisi yang ada di China, pasca penyebaran virus korona.

Dosen FEB, Universitas Brawijaya Didied Poernawan Affandy menyebut wabah virus korona membuat sejumlah aktivitas belajar mengajar yang seharusnya dimulai akhir Januari harus mundur.

“Saat ini posisi sudah di Indonesia pada 15 Januari 2020. Rencana kembali ke sana (China) harusnya Minggu kemarin. Tapi kan sudah diisolasi jadi tidak bisa,” ujar Didied kepada wartawan, Senin petang (27/1/2020).

Dosen yang menempuh pendidikan S3 di Di Guangzhou University of science and technology mengungkapkan pihak kampus tempatnya menempuh pendidikan, perkuliahan dipastikan akan mundur sampai batas waktu yang belum ditentukan.

“Kapan kembali ke sana (China) belum tahu. Yang jelas kampus sudah mengumumkan semester ini mundur sampai batas waktu yang belum ditentukan. Jadi perkuliahan sementara ditunda, sampai nunggu kondisi membaik nanti dikabari lagi,” paparnya.

Ia mengaku beruntung lantaran saat kasus virus korona telah menyebar ini dirinya sudah bisa meninggalkan China untuk kembali ke tanah air Indonesia. “Saya itu awal Januari di sana sudah ada yang meninggal dua orang, tapi belum sebanyak saat ini. Ya beruntung ini pas libur imlek juga, jadi bisa pulang,” tuturnya.

Sementara itu, Krischandra Pradana Putra, salah satu mahasiswa Nanjing Polytechnic Institute, China membeberkan penyebaran virus korona di China begitu cepat.

“Kalau di daerah saya memang jauh dari Wuhan. Saya di Nanjing, jaraknya kalau Jawa Timur itu Nanjing, Wuhan itu di Jawa Barat. Tapi di sini penyebaran virusnya lumayan cepat dan bisa dibilang cepat,” imbuh alumnus SMK Mambaul Ulum Paiton, Probolinggo ini, saat dihubungi wartawan.

Namun dirinya dan rekan – rekan di Nanjing memastikan dalam kondisi aman dan sehat. Bahkan lembaga dan institut kesehatan di Nanjing, selalu meng-update terkait perkembangan penyebaran virus korona.

“Di sini selalu di update perkembangannya. Jadi informasinya tidak simpang siur,” tukasnya.