Ma’ruf Amin Soroti Tingginya Kasus Covid-19 Dan Rendahnya Vaksinasi Di Banten

Wakil Presiden (Wapres) Ma’ruf Amin membuka rapat koordinasi dengan Gubernur Banten dan seluruh Satgas Covid-19 di Provinsi Banten. Dalam kesempatan itu, Maruf mengatakan bahwa laju penyebaran Covid-19 di Provinsi Banten masih cukup tinggi.

Berdasarkan data Kementerian Kesehatan pada 13 Juli 2021 tercatat, 4.016 kasus Covid-19 terkonfirmasi di Banten dan menjadikan provinsi ini menduduki urutan keempat tertinggi secara nasional.
“Saya kira di Banten juga masih cukup tinggi hingga mungkin memerlukan suatu penanganan yang lebih (intensif),” katanya dikutip dari suarapersatuan.com

Menurutnya, tingginya laju penyebaran Covid-19 di Banten salah satunya disebabkan oleh masih rendahnya kepatuhan menerapkan protokol kesehatan 3M. Di antaranya, memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak.

Di sisi lain, pelaksanaan 3T yakni testing, tracing, dan treatment yang masih rendah juga menjadi faktor pendorong tingginya laju penyebaran Covid-19. “Selain itu, juga tingkat pelaksanaan 3T ya, testing, tracing dan treatmentnya. Testing ini kalau testingnya itu sedikit, itu berarti yang bisa diketahui juga sedikit, ya. Ini karena itu juga menjadi perhatian. Berdasarkan data Kementerian Kesehatan saya melihat bahwa di Banten juga masih agak rendah,” ungkapnya.

Pada kesempatan itu, Ma’ruf juga menekankan pentingnya pemberian vaksinasi Covid-19 untuk membentuk kekebalan kelompok (herd immunity). Sementara itu, cakupan vaksinasi di Banten khususnya bagi tenaga kesehatan dan lansia masih rendah dan perlu mendapat perhatian.

“Menurut laporan disini, vaksinasinya itu seharusnya Banten itu dengan penduduk sekitar 11.9 juta jiwa, itu untuk mencapai herd immunity vaksinnya harus mencapai 8 juta orang, dengan target 50.000 orang per-hari. Berdasarkan juga evaluasi pelaksanaan vaksinasi di Banten, per-12 Juli 2021, dari 1,63 juta target tahap 1 dan tahap 2, untuk sasaran tenaga kesehatan baru terdapat 1,15 (juta) dan juga termasuk lansia. Dengan mempertimbangkan masih rendahnya cakupan vaksinasi lansia juga masih jauh dari target sasaran. Ini juga perlu mendapat perhatian,” paparnya.