Mengenang 12 Tahun Musibah Situ Gintung, LPBI NU Gelar Doa Bersama

Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim Nahdlatul Ulama (LPBI – NU) Kota Tangerang Selatan (Tangsel) mengadakan kegiatan Doa Bersama, Tabur Bunga, dan Sisir Sampah, di Tugu Situ Gintung Kelurahan Cirendeu Kecamatan Ciputat Timur Kota Tangerang Selatan, pada sabtu (27/03/2021).

Kegiatan ini dilakukan dalam rangka mengenang 12 tahun tragedi Situ Gintung.

Hadir dalam kegiatan ini Sekjen PCNU Tangsel KH. Himam Muzzahir, Ketua Tanfidziyah NU Ranting Kel. Cirendeu Miftahuddin, SAg. Aktifis LSM Masyarakat Pemerhati Situ Gintung (MPSG) yang juga sesepuh NU Situ Gintung KH. Endang Supriyatna. Juru kunci Situ Gintung Bpk. Ujang kumis, dan juga warga masyarakat sekitar Situ Gintung.

Dalam sambutannya Sekjen PCNU Tangerang Selatan KH. Mimam Muzzahir menyatakan: “Kegiatan mengenang tragedi situ gintung ini sebagai pengingat pada kita semua agar kita selalu waspada dan siaga terhadap terjadinya bencana, juga agar kita selalu menjaga kelestarian lingkungan untuk meminimalisir terjadinya bencana”, ujarnya.

Sekjen LPBI NU Tangsel Khotibul Umam mengungkapkan dalam rangka refleksi peringatan 12 tahun tragedi situ Gintung, LPBI NU Kota Tangsel menghimbau kepada seluruh elemen masyarakat, terutama warga sekitar situ Gintung, bersama-sama menjaga dan merawat lingkungan sekitar serta melestarikan cagar budaya peninggalan koloni Belanda yang berupa situ/bendungan, LPBI juga mengajak segenap masyarakat agar lebih mencintai dan menjaga dengan baik alam & lingkungan sekitar kita.

Seperti diketahui pada Jumat, 27 Maret 2009, sekitar pukul 04.00, 12 Tahun yang lalu, tanggul tua buatan belanda penahan waduk situ gintung jebol, kejadian ini mengakibatkan ratusan rumah hilang dan rusak terbawa arus deras, jumlah korban dalam musibah tersebut adalah 100 orang meninggal dan 500 orang mengungsi. (Ib)