Mengintip Ragam Wisata Banten di Masa Adaptasi Kebiasaan Baru

ERA adaptasi kebiasaan baru (AKB) memberikan angin segar bagi dunia pariwisata di Indonesia. Pemberlakuan protokol kesehatan pada berbagai pelayanan menjadi peluang bagi pelaku pariwisata.

Provinsi Banten merupakan daerah yang merespons positif pemberlakuan era AKB ini dengan menawarkan berbagai destinasi wisatanya. Sebagai daerah yang berbatasan dengan Ibu Kota DKI Jakarta dan Jawa Barat, Banten berupaya menggaet wisatawan lokal, terutama warga Jabodetabek.

Alasan tersebut sangat logis mengingat akses berbagai destinasi wisata di Banten mudah dijangkau melalui moda transportasi darat. Dalam keterangan tertulisnya Dinas Pariwisata (Dispar) Provinsi Banten telah melakukan pembenahan serta sosialisasi penerapan AKB yang telah ditetapkan Tim Gugus Tugas Pusat dan Daerah.

Kepala Dispar Provinsi Banten Agus Setiawan mengaku pihaknya langsung menerapkan protokol kesehatan dengan mengacu pada cleanliness, healthy-hygiene, safety, environment (CHSE) sebagai syarat untuk beraktivitas di tengah penyebaran Covid-19.

“Pemberlakuan panduan protokol kesehatan, sejalan dengan konsep Sapta Pesona yang selama ini menjadi standar pelayanan pada sektor pariwisata. Ini secara bertahap membentuk kesadaran baru yang berpengaruh pada permintaan pelayanan produk-produk pariwisata yang memiliki standar CHSE sebagai prioritas,” ungkapnya.

Dinas Pariwisata Provinsi Banten bekerja sama dengan pemerintah kabupaten/kota serta pemangku kepentingan pariwisata terus berupaya meningkatkan kualitas dan daya saing destinasi pariwisata di ujung barat Pulau Jawa ini.

Apalagi beberapa waktu lalu kunjungan wisatawan dari Jabodetabek membanjiri sejumlah destinasi, baik outdoor maupun indoor. “Jelang libur panjang, Banten memiliki tujuan wisata yang cukup beragam, mulai dari wisata alam, religi, budaya, kuliner hingga belanja. Setiap destinasi juga menerapkan protokol kesehatan,” ujar Agus Setiawan.

Agus mengatakan, selain Pantai Anyer dan Pantai Carita yang biasa menjadi favorit wisatawan saat liburan, Banten juga memiliki banyak pantai yang indah dan wajib disambangi para wisatawan. Di Kecamatan Bayah, Kabupaten Lebak, terdapat Pantai Sawarna yang tak kalah memesona.

Pantai yang berbatasan langsung dengan Samudra Hindia itu memiliki pasir putih serta jajaran karang-karang terjal yang menjadi ciri khas. Pantai Sawarna merupakan surga wisata kebanggaan warga Kabupaten Lebak.

Selain pantai, wisata lain yang tak kalah menarik untuk disambangi di era new normal adalah Desa Banyu Biru. Destinasi wisata yang berlokasi di Kabupaten Pandeglang ini berkonsep suasana perdesaan yang bersih nan asri. “Pesona alam dan keramahan warga desa bakal membuat wisatawan rindu untuk kembali dan menikmati objek wisata Banyu Biru,” kata Agus.

Di sisi lain, lanjut Agus, Banten juga dikenal dengan wisata religi. Destinasi ini menjadi magnet bagi wisatawan dari luar daerah berduyun-duyun menyambangi Banten lantaran menyimpan nilai sejarah. Salah satunya kawasan Kesultanan Banten atau dikenal Banten Lama.

Selain melihat potret kejayaan Banten masa lampau, wisatawan biasanya berziarah ke kompleks makam para sultan Banten. Di sini ada makam Sultan Maulana Hasanuddin, sosok paling berpengaruh dalam penyebaran Islam di Banten. Untuk menarik wisatawan, revitalisasi di kawasan tersebut gencar dilakukan pemerintah daerah untuk mempercantik destinasi yang menjadi ikon Provinsi Banten ini.

Guna memberikan kenyaman dan keamanan para wisatawan, Dinas Pariwisata Banten berkoordinasi dengan kabupaten/kota serta pengelola objek wisata mewajibkan di setiap tempat wisata disiapkan tempat mencuci tangan. Para pengunjung diwajibkan mengenakan masker dan menjaga jarak sehingga liburan akan terasa aman dan nyaman.