Pandemi Covid-19 Buka Peluang Industri RI Masuk Pasar Global

Pandemi virus corona atau Covid-19 yang mengguncang hampir seluruh dunia telah membuka peluang bagi sektor industri Indonesia untuk meningkatkan daya saing, dan menjadi bagian dari dalam rantai pasok industri global.

Peneliti Indef Abdul Manap Pulungan mengatakan, beberapa subsektor yang tumbuh positif di masa pandemi Covid-19 seperti industri makanan dan minuman, industri kimia, farmasi dan obat tradisional, serta industri logam dasar.

“Pasar kita memiliki ukuran daya saing yang sangat tinggi, menempati peringkat ketujuh terbesar di dunia,” jelas Abdul Manap di Jakarta, Jumat (4/9/2020).

Ketua Komite Anti Dumping Indonesia (KADI) Bachrul Chairi mengingatkan, meningkatnya hambatan ekspor impor selama pandemi Covid 19, terutama untuk beberapa komoditas pangan dan kesehatan.

“Solusinya kita harus tingkatkan kerjasama perdagangan intetnasional,” tutut Bahrul seraya menambahkan ada sekitar 25 lebih negosiasi kerjasama perdagangan yang harus dituntaskan pemerintah.

Selain itu, lanjut Bahrul, untuk mendukung upaya bangkitnya industri dalam negeri di tengah pandemi Covid 19 ini, diperlukan upaya pengendalian impor yang masuk ke Indonesia sebagai bentuk pengamanan pasar dalam negeri dari serbuan barang impor. Sehingga dapat memberikan ruang bagi industri untuk bangkit dan berkembang dalam situasi yang sulit seperti ini.

Terkait dengan gelombang new normal dalam beradaptasi menghadapi pandemi Covid 19, Lektor Kepala Universitas Nasional Made Adnyana mengakui, sebagian besar badan usaha saat ini fokus dalam gelombang stabilisasi dengan menerapkan langkah-langkah taktis untuk mempertahankan nilai bisnis, termasuk analisis likuiditas, perencanaan skenario operasional, dan penilaian berbagai program stimulus pemerintah.

Menurut Adnyana, masa new normal ini telah memunculkan peluang bagi Indonesia menjadi supplier bahan baku atau barang setengah jadi untuk mengurangi ketergantungan produksi pada Tiongkok.

Untuk itu, dirinya mengingatkan pentingnya peningkatan kerja manufaktur yang akan menjadi signal pemulihan ekonomi. “Sektor industri manufaktur domestik bisa menjadi bagian dalam rantai pasok industri global,” ujarnya.