Pasca Banjir, Warga Was Was Longsor Turap Belum Diperbaiki

Kondisi longsoran turap tebing di Perumahan Vila Dago Tol, Ciater, Serpong, Tangerang Selatan (Tangsel), masih terlihat menutupi sebagian jalan di Blok C perumahan itu. Belum ada perbaikan sejak kejadian longsor yang terjadi pada 1 Januari 2020 pagi.

Terlihat dilokasi masih ada puing-puing material longsor berserakan persis seperti saat awal peristiwa longsor terjadi. Bongkahan batu besar akibat reruntuhan longsor, menumpuk di sisi jalan.

Meski tak ada penutupan jalan di bagian sisi Blok C RT03 RW11, namun warga maupun pengendara yang melintas melalui jalan itu harus berhati-hati. Sebab, longsor bisa saja meluas ke sisi turap tebing lainnya.

Dari pantauan media,Turap tebing yang mengalami longsor memiliki panjang sekira 20-30 meter, dengan ketinggian sekira 10 meter. Bagian atas turap, merupakan jalan umum perkampungan. Secara geografis, perumahan Vila Dago Tol Blok C memang terletak di bagian bawah perkampungan sekitarnya.

Salah satu warga yang tinggal dekat longsoran, Sarinah (48), menuturkan, mereka resah dengan kondisi longsor yang menerjang turap dinding pembatas. Apalagi sejak sekira 6 hari berlalu, belum ada tanda-tanda perbaikan guna mencegah longsor meluas.

“Pernah ada yang datang dari Kelurahan, dari Pemkot dan dinas, tapi ya cuma ditengok-tengok aja, belum dirapihin. Kan kita tinggalnya dekat sini, takutnya terjadi longsoran lagi. Apalagi banyak anak-anak juga yang main di sini,” kata Sarinah.

Informasi yang dihimpun oleh KedaiPena.Com, turap tebing itu sebenarnya masih berada di dalam kewenangan pengembang perumahan. Sehingga sebenarnya, perbaikan harus dilakukan pihak pengembang karena belum diserahterimakan ke Pemkot Tangsel.

Seorang warga lainnya Nathan mengatakan turap ini sudah lama, sudah belasan tahun lalu. Nggak tahu juga kemana kontraktor pengerjaan proyeknya.

“Intinya, kita resah dengan kondisi seperti ini, harus segera ditangani,” ucap Nathan.

Jika diamati secara fisik, struktur turap tebing itu memang dibuat tak sesuai ketentuan. Material bebatuan hanya dijadikan pelapis dari kontur tebing, tanpa pengaman kawat besi berupa kronjong.

“Hal demikian bisa berakibat fatal, bilamana suatu waktu terjadi pergeseran tanah akibat tingginya curah hujan,” pungkas Nathan.

Sebenarnya, longsoran turap bukan kali ini saja terjadi di Perumahan Vila Dago Tol. Pada tahun lalu longsoran serupa pernah terjadi, jaraknya tak jauh dari lokasi longsor kali ini.

“Bisa disimpulkan, dengan struktur turap tebing yang ada maka ancaman longsor bisa terjadi kapanpun mengancam keselamatan warga,” kata Nathan.

Kemudian Bagian Pemeliharaan Jalan dan Jembatan Dinas Pekerja Umum (PU) Kota Tangsel Sardani menyampaikan Ini bukan turap kita, jadi beda pembuatannya. Kalau dibangun seperti ini, nggak akan kuat.

Ia mengatakan Ini sudah berapa kali terjadi. Waktu longsor tahun lalu, kita juga akhirnya yang perbaiki. Coba dibandingkan saja, berbeda fisik turapnya.

“Dari keterangannya, Dinas PU akan mulai membersihkan material longsoran hari ini. Diperkirakan, perbaikan turap baru bisa terlaksana pada Senin 13 Januari 2020 mendatang,” ungkap Sardani.

Total di perumahan ini ada 4 titik yang longsor, ini yang paling parah. Karena statusnya sekarang masih tanggap darurat, jadi kita yang tangani.

“Sebenarnya ini bukan proyek turap kita. Hari ini mulai kita kerjakan, kalau di blok C hari ini baru kita bersihkan materialnya dulu,” tandas Sardani.