Sulit Sinyal, Pemprov Banten Izinkan Sekolah Tatap Muka di Daerah Pelosok

Wakil Gubernur Banten Andika Hazrumy memperbolehkan aktivitas belajar mengajar secara luring atau tatap muka bagi siswa di pelosok Banten yang kesulitan mendapatkan sinyal internet. Asalkan penerapannya mematuhi protokol kesehatan.

“Misalnya di Lebak atau pun Pandeglang tidak semuanya daring ada juga luring. Memang sudah ada yang secara langsung juga, namun masih dibatasi teknis pembelajarannya,” ujar Andika kepada wartawan di Kota Serang. Senin (13/7/2020).

Andika menegaskan, bagi sekolah yang berada di perkotaan dengan akses internet mudah tetap harus menggunakan sistem pembelajaran dari rumah secara daring atau online. “Kalau di perkotaan harus daring,” tegasnya.

Dia mengakui, Pemprov Banten sudah mengusulkan untuk daerah-daerah blank spot agar diperkuat jaringannya. Sehingga, baik siswa maupun guru tidak kesulitan menerapkan sistem belajar daring.

“Jauh jauh hari ketika mendapatkan keluhan satu bulan lalu dari daerah, kita sudah usulkan untuk penguatan jaringan. Kan kasihan guru-guru kelabakan menyampaikan pembelajarannya,” kata Andika.

Tak hanya daerah Banten Selatan. Bahkan, lanjut Andika wilayah di Kabupaten Tangerang dan Serang masih ada sejumlah wilayah sulit mendapatkan sinyal.

“Yang mengusulkan ke kita juga ada dari Kabupaten Tangerang dan Serang. Terutama di daerah pesisir,” tutupnya.