Tak Ingin Kecolongan Virus Corona, Banten Tingkatkan Kewaspadaan

Gubernur Banten Wahidin Halim (WH) mengingatkan seluruh jajarannya untuk meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan menghadapi virus corona. WH tak ingin Banten kecolongan.

WH sudah meminta kepada pemilik rumah sakit dan dokter untuk membuat kesepakatan, diikuti dengan instruksi gubernur, guna membentuk tim 113 rumah sakit. “Sehingga sejak itu setiap pasien yang dianggap terindikasi dipantau oleh dinas kesehatan kabupaten/kota dan Provinsi Banten,” ujarnya, Senin (2/3/2020).

WH menyatakan, dengan adanya dua warga Depok, Jawa Barat, positif corona, maka Banten perlu waspada dan meningkatkan kesiapsiagaan. Memang, hingga saat ini, berdasarkan hasil dari pantauan dan observasi, belum ada warga Banten yang terindikasi virus corona.

“Agar seluruh rumah sakit dan puskesmas melakukan penangkalan pertama. Ini sudah jalan. Semoga kita tidak kecolongan,” tegas WH.

Dinas Kesehatan (Dinkes) Banten telah mengeluarkan surat edaran untuk meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan dalam upaya pencegahan penyebaran virus corona.

Surat edaran yang ditandatangi oleh Kadinkes Pemprov Banten Ati Pramudji Hastuti itu sebagai bagian tindak lanjut surat edaran Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kementerian Kesehatan.

Kewaspadaan dengan deteksi dini, pencegahan, dan respons sebagai upaya antisipasi terhadap kasus 2091-nCoV di Provinsi Banten. Sosialisasi tentang penyakit Novel Coronavirus kepada pegawai dan tamu mulai dari gejala dan tanda, hingga upaya pencegahan mengurangi risiko penularan.

Peningkatan kewaspadaan ini merupakan kesiapsiagaan dalam upaya pencegahan penyebaran penyakit Novel Coronavirus (2019-nCov) yang telah menyebar ke beberapa negara.

Pemprov Banten sendiri siap mengambil langkah cepat jika ada warganya yang terjangkit virus corona. Langkah itu dengan merujuk pasien ke Rumah Sakit Penyakit Infeksi (RSPI) Prof Dr Sulianti Saroso, Jakarta.

“Jika dari pantauan terindikasi kuat (positif corona) akan dirujuk ke Rumah Sakit Penyakit Infeksi Sulianti Saroso,” kata WH.

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) sebenarnya sudah merilis dua rumah sakit di Banten untuk menjadi rumah sakit rujukan. Kedua RS tersebut adalah Rumah Sakit dr Drajat Prawiranagara (RSDP) Serang, dan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tangerang.